Langsung ke konten utama

KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK PASIEN DIABETES MELITUS

KEBUTUHAN NUTRISI BAGI DIABETES MELITUS

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kejadian dengan jumlah penderita semakin meningkat tiap tahunnya. DM merupakan penyakit dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal, yakni kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl dan kadar gula darah puasa 126 mg/dl (Guyton & Hall, 2008). DM ini merupakan sekelompok kelainan dari heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glokusa dalam darah atau hiperglikemia (Smeltzer, 2008). Salah satu faktor pendukung menstabilkan gula darah adalah adanya pengetahuan yang baik mengenai diet Diabetes Mellitus.

Penelitian Askandar Tjokroprawiro menunjukkan peningkatan jumlah penderita diabetes melitus di dunia dari 110,4 juta pada tahun 1994 melonjak 1,5 kali lipat (175,4 juta) pada tahun 2000 dan melonjak dua kali lipat (239,3 juta) pada tahun 2010 (Sari PW, Isnawati M, 2014). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) (2013), angka kejadian diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,1% pada tahun 2007 menjadi 2,1% pada tahun 2013.

International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan ketika pankreas tidak lagi mampu membuat insulin atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan secara efektif insulin yang dihasilkannya maka akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah tinggi (hiperglikemia). Keadaan hiperglikemia jika terjadi dalam jangka panjang akan berhubungan dengan kerusakan tubuh dan kegagalan berbagai organ dan jaringan (International Diabetes Federation, 2011-2021)

KLASIFIKASI DIABETES MELITUS
Klasifikasi Diabetes Mellitus menurut Perkeni yang merujuk pada klasifikasi Diabetes Mellitus yang dikeluarkan WHO, (Perkeni, Konsesus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia, 2015) meliputi beberapa tipe, yaitu :



FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN DIABETES MELITUS
Faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya Diabetes Melitus adalah:
·         Genetik
Kelainan yang diturunkan dapat langsung mempenagruhi sel beta dan mengubah kemampuannya untuk mengenali dan menyebarkan sel rangsang sekretoris insulin. Keadaan ini meningkatkan kerentanan individu tersebut terhadap factor-faktor lingkungan yang dapat mengubah integritas dan fungsi sel beta pancreas (Price & Willson, 2002).
·         Usia
DM biasanya terjadi pada usia setelah 30 tahun dan meningkat setelah usia 40 tahun, kemudian akan meningkat pada usia lanjut. Usia lanjut yang mengalami gangguan toleransi glukosa mencapai 50-92% (PERKENI , 2015).
·         Berat Badan (Obesitas)
Overweight dan obesitas terjadi karena ketidak seimbangan antara energi yang dikonsumsi dengan yang dikeluarkan. Saat ini masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan yang kaya energi seperti lemak dan gula, sedangkan aktivitas fisik rendah karena perubahan moda transportasi dan tuntutan dari pekerjaan (Budiyanto, A K. 2002).
·         Aktifitas
Sugondo (2009) menjelaskan bahwa kurangnya aktivitas merupakan salah satu factor yang berperan dalam menyebabkan resistensi insulin pada DM tipe 2. Kriska (2007) menyatakan individu yang aktif memiliki insulin dan profil glukosa yang lebih baik daripada individu yang tidak aktif.
·         Diet
Individu yang obesitas harus melakukan diet untuk mengurangi pemasukan kalori sampai berat badannya turun mencapai batas ideal. Penurunan kalori yang moderat (500-1000 kkal/hari) akan menghasilkan penurunan berat badan yang perlahan tapi progesif (0,5-1 kg/minggu). Penurunan berat badan 2,5-7 kg akan memperbaiki kadar glukosa darah (American Diabetes Association, 2006; Price&Wilson, 2002; Soegondo, 2009)
·         Stress

DAMPAK DIABETES MELITUS
Diabetes melitus memiliki dampak yang serius pada pasien dan keluarga pasien. Dampak lain yang timbul adalah perubahan peran pada keluarga, gangguan psikologis, masalah ekonomi, perubahan kebiasaan sosial, produktivitas dan perubahan gaya hidup (Lewis et al, 2011). Pengelolaan yang baik dalam penatalaksanaan DM akan meningkatkan kualitas hidup pasien DM (PERKENI, 2011).

PENGENDALIAN DIABETES MELITUS
Pengendalian diabetes melitus menurut PERKENI (2015), dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
-          Edukasi
Prinsip yang perlu diperhatikan pada proses edukasi DM adalah:
·         Memberikan dukungan dan nasehat yang positif serta hindari terjadinya kecemasan.
·         Memberikan informasi secara bertahap, dimulai dengan hal-hal yang sederhana dan dengan cara yang mudah dimengerti.
·         Melakukan pendekatan untuk mengatasi masalah dengan melakukan simulasi.
·         Mendiskusikan program pengobatan secara terbuka, perhatikan keinginan pasien. Berikan penjelasan secara sederhana dan lengkap tentang program pengobatan yang diperlukan oleh pasien dan diskusikan hasil pemeriksaan laboratorium.
·         Melakukan kompromi dan negosiasi agar tujuan pengobatan dapat diterima

-          Latihan jasmani
Prinsip yang perlu diperhatikan pada proses latihan jasmani DM:
·         Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan jasmani dilakukan secara secara teratur sebanyak 3-5 kali perminggu selama sekitar 30-45 menit, dengan total 150 menit perminggu.
·         Jeda antar latihan tidak lebih dari 2 hari berturut-turut
·         Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan glukosa darah sebelum latihan jasmani. Apabila kadar glukosa darah <100 mg/dL pasien harus mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu dan bila >250 mg/dL dianjurkan untuk menunda latihan jasmani.
·         Latihan jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik dengan intensitas sedang (50-70% denyut jantung maksimal), seperti: jalan cepat, bersepeda santai, jogging, dan berenang. Denyut jantung maksimal dihitung dengan cara mengurangi angka 220 dengan usia pasien.
·         Pada penderita DM tanpa kontraindikasi (contoh: osteoartritis, hipertensi yang tidak terkontrol, retinopati, nefropati) dianjurkan juga melakukan resistance training (latihan beban) 2-3 kali/perminggu sesuai dengan petunjuk dokter.
·         Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. Intensitas latihan jasmani pada penyandang DM yang relatif sehat bisa ditingkatkan, sedangkan pada penyandang DM yang disertai komplikasi intesitas latihan perlu dikurangi dan disesuaikan dengan masing-masing individu.

-          Terapi nutrisi medis (TNM)
Prinsip pengaturan makan pada penyandang DM hampir sama dengan anjuran makan untuk masyarakat umum, yaitu makanan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Penyandang DM perlu diberikan penekanan mengenai pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah kandungan kalori, terutama pada mereka yang menggunakan obat yang meningkatkan sekresi insulin atau terapi insulin itu sendiri.

-          Terapi farmakologi
Terapi farmakologis diberikan bersama dengan pengaturan makan dan latihan jasmani (gaya hidup sehat). Terapi farmakologis terdiri dari:
·         obat oral



·         bentuk suntikan.


KEBUTUHAN NUTRISI YANG DIANJURKAN UNTUK DM
Kebutuhan nutrisi yang dianjurkan untuk penderita DM menurut PERKENI (2015):
·         Karbohidrat
-          Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 45-65% total asupan energi.
-          Pembatasan karbohidrat total <130 g/hari tidak dianjurkan
-          Makanan harus mengandung karbohidrat terutama yang berserat tinggi.
-          Gula dalam bumbu diperbolehkan sehingga penyandang diabetes dapat makan sama dengan makanan keluarga yang lain
-          Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% total asupan energi.
-          Pemanis alternatif dapat digunakan sebagai pengganti gula, asal tidak melebihi batas aman konsumsi harian (Accepted Daily Intake)
-          Makan tiga kali sehari untuk mendistribusikan asupan karbohidrat dalam sehari. Kalau diperlukan dapat diberikan makanan selingan buah atau makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari.

·         Lemak
-          Asupan lemak dianjurkan sekitar 20-25% kebutuhan kalori. Tidak diperkenankan melebihi 30% total asupan energi.
-          Lemak jenuh < 7 % kebutuhan kalori
-          Lemak tidak jenuh ganda < 10 %, selebihnya dari lemak tidak jenuh tunggal.
-          Bahan makanan yang perlu dibatasi adalah yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans antara lain : daging berlemak dan susu penuh (whole milk).
-          Anjuran konsumsi kolesterol < 300 mg/hari.

·         Protein
-          Dibutuhkan sebesar 10 – 20% total asupan energi.
-          Sumber protein yang baik adalah seafood (ikan, udang, cumi, dll), daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu, tempe.
-          Pada pasien dengan nefropati perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg BB perhari atau 10% dari kebutuhan energi dan 65% hendaknya bernilai biologik tinggi.
·         Natrium
-          Tidak lebih dari 3000 mg atau sama dengan 6-7 g (1 sendok teh) garam dapur.
-          Mereka yang hipertensi, pembatasan natrium sampai 2400 mg garam dapur.
-          Sumber natrium antara lain adalah garam dapur, vetsin, soda, dan bahan pengawet seperti natrium benzoat dan natrium nitrit.

·         Serat
-          Dianjurkan mengonsumsi cukup serat dari kacang-kacangan, buah dan sayuran serta sumber karbohidrat yang tinggi serat, karena mengandung vitamin, mineral, serat dan bahan lain yang baik untuk kesehatan.
-          Anjuran konsumsi serat adalah ± 25 g/1000 kkal/hari.

·         Pemanis alternatif
-          Pemanis dikelompokkan menjadi pemanis bergizi dan pemanis tak bergizi. Termasuk pemanis bergizi adalah gula alkohol dan fruktosa.
-          Gula alkohol antara lain isomalt, lactitol, maltitol, mannitol, sorbitol dan xylitol.
-          Dalam penggunaannya, pemanis bergizi perlu diperhitungkan kandungan kalorinya sebagai bagian dari kebutuhan kalori sehari.
-          Fruktosa tidak dianjurkan digunakan pada penyandang diabetes karena efek samping pada lemak darah.
-          Pemanis tak bergizi termasuk: aspartam, sakarin, acesulfame potassium, sukralose, neotame.
-          Pemanis aman digunakan sepanjang tidak melebihi batas aman (Accepted Daily Intake / ADI )



KEBUTUHAN KALORI UNTUK PENDERITA DM
Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan penyandang diabetes menurut PERKENI (2015), di antaranya adalah dengan memperhitungkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30 kalori / kg BB ideal, ditambah atau dikurangi bergantung pada beberapa faktor yai tu jenis kelamin, umur, aktivitas, berat badan, dll. Perhitungan berat badan Ideal (BBI) dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sbb:
-          Berat badan ideal = 90% x (TB dalam cm - 100) x 1 kg.
-          Bagi pria dengan tinggi badan di bawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, rumus dimodifikasi menjadi :
Berat badan ideal (BBI) = (TB dalam cm - 100) x 1 kg.
BB Normal : BB ideal ± 10 %
Kurus : < BBI - 10 %
Gemuk : > BBI + 10 %

Perhitungan berat badan ideal menurut Indeks Massa Tubuh. Indeks massa tubuh dapat dihitung dengan rumus: IMT = BB(kg)/ TB(m2 )
Klasifikasi IMT*
-          BB Kurang: <18,5
-          BB Normal: 18,5-22,9
-          BB Lebih: ≥23,0
·   Dengan Risiko: 23,0-24,9
·   Obes I             : 25,0-29,9
·   Obes II           : >30











DAFTAR PUSTAKA

American Diabetes Association. (2006). Standards of Medical Care in Diabetes. Chapter 1: Application and Administration. New York: McGraw-Hill

Brunner, L.S.,Suddarth, D.S., Smeltzer, S.C., Bare, B.G. (2008). Textbook of medical surgical nursing. 9th edition. Philadelphia: Lippincot

Budiyanto, A K. 2002. Gizi dan Kesehatan. Malang. Bayu Media UMM Press

Departemen Kementerian Kesehatan. Penyajian PokokPokok Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta:Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, 2013

Guyton, A & Hall, J.E. (2008). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. EGC: Jakarta

International Diabetes Federation (IDF). Global diabetes plan 2011-2021.

Kriska, S.2007. Cara Mudah Mencegah Dan Mengatasi Diabetes Mellitus. Yogyakarta: Aulia Publising.

Lewis, Sharon L et al. 2011. Medical Surgical Nursing Volume 1. United States America : Elsevier Mosby

PERKENI. Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2011

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2015

Price, S.A. dan Wilson, L.M. (2002). Patofisiology : konsep klinis proses terjadinya penyakit. Alih bahasa : Brahm, U. Edisi 6. Jakarta : EGC.

Sari PW, Isnawati M. Perbedaan pengetahuan gizi, pola makan, dan kontrol glukosa darah pada anggota orgamisasi penyandang diabetes mellitus dan non anggota. JNC. 2014; 3(1) :51- 58


Soegondo S., 2009. Buku Ajar Penyakit Dalam: Insulin : Farmakoterapi pada Pengendalian Glikemia Diabetes Melitus Tipe 2, Jilid III, Edisi 4, Jakarta: FK UI pp. 1884.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat !
    Punya pengalaman juga dulu papahku punya sakit diabet jadi semakin kesini badannya semakin kurus

    BalasHapus
  3. Hai kak, cuma mau nambahin informasi sedikit nih.. Untuk penderita diabetes sgt baik mengkonsumsi ikan berlemak spt patin, tuna, salmon, mackarel krn mengandung banyak lemak omega-3 yang dapat memperlancar pembuluh arteri dgn "menghajar" lemak jahat dan plak yang menempel. Omega-3 juga dapat mengurangi kadar trigiserida dalam darah, sekaligus meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Tapi sebaiknya ikan jangan digoreng, melainkan dimasak dgn dipepes, dikukus, atau dibuat sup.
    (14.I1.0098)

    BalasHapus
  4. Informasi yang sangat bermanfaat! Saya mau menambahkan sedikit informasi juga. Untuk membantu menyembuhkan atau mengendalikan diabetes dapat menggunakan tanaman herbal seperti tanaman sambiloto dan tanaman mimba. Daun dari tanaman tersebut direbus kemudian disaring dan air rebusan tersebut diminum secara teratur. Selain itu masih banyak tanaman herbal lainnya yang dapat digunakan untuk membantu menyembuhkan diabetes.

    BalasHapus
  5. waahh makasih kak sudah memberikan banyak wawasan .. Kalau boleh tahu kak kebutuhan gizi akan karbohidrat setiap harinya 45-65% apakah itu perhitungan hanya untuk makanan saja?? kalau minuman yang berasal dari buah yang manis (apple, pir, semangka, mangga) bagaimana cara menghitung persen karbohidrat nyaa yaa kak??

    BalasHapus
  6. sangat informatif sekali, terimakasih infonya. ditunggu post berikutnya ^^

    BalasHapus

Posting Komentar